Minggu, 10 Januari 2016

Pengembangan Kompetensi Guru

Seorang guru harus mencerminkan lima karateristik dasar yang di tuntut dari padanya, dan yang di jadikan sebagai modal terpenting untuk semakin meningkatkan kompetensinya dari segi teknis profesional sebagai berikut :
a. Amanah, menerima tugas sebagai ibadah
b. Memiliki sifat yang interpersonal yang kuat
c. Berpandangan hidup moral yang beradap
d. Menjadi teladan dalam kehidupan
e. Mempunyai hasrat untuk berkembang  

Menteri pendidikan menyatakan bahwa budaya dalam upaya peningkatan mutu kompetensi, jumlah dan kesejahteraan guru, dilakukan dari kompetensi dan sertifikasi guru yang terkreditasi guru diberkan kesempatan sebanyak tiga kali uji kompetensi secara berturut-turut jika tidak lulus, maka guru tersebut tidak berhak mengajar untuk mata pelajaran pokok “( Republika,10 Des.2004 )”
UU profesi guru tahun 2005 mengakui  standar kompetensi guru mewajibkan adanya uji kompetensi bagi setiap tenaga pendidik.
Untuk meningkatkan profesional kualitas guru, perlu dilakukan suatun system pengujian terhadap pengembangan terhadap pengembangan kompetensi guru. Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah, bebrapa daearah telah melakukan uji kompetensi guru, tujuan melakukannya terutama untuk mengetahui kemampuan guru di daerahnya, untuk kenaikan pangkat dan jabatan, serta untuk promosi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.
Uji kompetensi guru bertujuan untuk mengetahui sejauh mana guru menjalankan perannya sebagai pengajar sekaligus pendidik.
Uji kompetensi guru dapat dilakukan secara nasional, regional, maupun local. Secara nasional dapat dilakukan oleh pemerintah pusat untuk mengetahui kualitas dan standar kompetensi guru, dalam kaitannya dengan pembangunan pendidiakan secara keseluruhan. Secara regional dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi untuk mengetahui kualitas standar kompetensi huru, dalam kaitannya kualitas pendidikan di provinsi. Sedangkan secara local dapat dilakukan oleh daerah, kabupaten dan kota. Untuk mengetahui kaitannya srandar dan mutu pendidikan didaerah dan kota masing-masing.
Uji komppetensi guru, baik secara teoritis maupun secara praktis memiliki manfaat yang sangat penting, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pendidikan melalui peninhkatan kualitas guru yang profesional sebagai berikut:
1. Sebagai alat untuk mengembangkan setandar kopetensi profesionalal guru
2. Merupakan alat seleksi penerimaan guru
3. Untuk pengelompokan guru
4. Sebagai bahan acuan dalam pengembangan kurikulum
5. Merupakan alat pembinaan guru
6. Mendorong kegiatan dan hasil belajar

Ruang Lingkup Kompetensi Guru

Istilah kompetensi memang bukan barang baru. Pada tahun 70-an, terkenal wacana akan demis tentang apa yang di sebut sebagai pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi atau Competency Based Training and education (CBTE). Pada saat itu, derektorat pendidikan guru tenaga tehnis(Dikgutentis) dikdasmen pernah mengeluarkan”buku saku berwarna biru”tentang”sepuluh kompetensi guru”,yaitu:
1) Memiliki kepribadian sebagai guru
2) Menguasai landasan pendidikan
3) Menguasai bahan pelajaran
4) Menyusunprogram pengajaran
5) Melaksakan proses belajar mengajar
6) Melaksanakan penilaian pendidikan
7) Melaksanakan bimbingan
8) Melaksanakan administrasi sekolah
9) Menjalin kerja sama dan intraksi dengan guru sejawat dan masyarakat
10) Melaksanakan penelitian sederhana.

Kesepuluh kompetensi tersebut diharapkan di miliki guru secara maksimal agar proses belajar mengajar yang dilaksanakan menjadi lebih efektif sehingga menghasilkan peserta didik yang kompeten. Ada beberapa kompetensi minimal yang harus dimiliki guru, misalnya menguasai materi pejaran, metode,dan system penilaian pendidikan (MMP). Namun, jika kemampuan itu tidak dilandasi oleh penguasa landasan kependidikan, kepribadian keguruan, dan kemampuan lainnya, maka guru tidak akan dapat melaksakan tugasnya secara professional. Jika guru menguasai dan melaksakan sepulauh kompetensi tersebut dalam proses pembelajaran, baik didalam maupun diluar sekolah, maka guru itu diharapkan dapat menjadi guru efektif dan menjadi guru yang mampu melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik.  

Ketika guru hadir bersama-sama anak didik di sekolah, didalam jiwanya seharusnya sudah tertanam niat untuk mendidik anak didik agar menjadi oraang yang berilmu pengetahuan, mempunyai sikap dan watak yang baik, yang cakap dan trampil, bersusila dan berakhlak mulia. 

Kebaikan seorang guru tercermin dari kebaikannya dalam bersikap dan berbuat, tidak saja ketika di sekolah, tetapi juga di figur yang diteladani oleh semua pihak, terutama oleh anak didiknya di sekolah. Guru adalah bapak rohani bagi anak didiknya. Hal ini berarti, guru sebagai arsetik bagi rohani anak didiknya. Kebaikan rohani anak didik tergantung dari pembinaan dan bimbingan guru. Di sini dan tanggung jawab guru adalah meluruskan tingkah laku dan perbuatan anak didik yang kurang baik, yang dibawanya dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Guru merupakan sebuah profesi yang harus mempunyai setandar kompetensi, karena setiap profesi harus dilandasi dengan pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan dan seabagainya) tertentu. Menurut Muhtar Lutfi, ada delapan kretiria yang harus dipenuhi oleh suatu pekerjaan agar dapat disebut sebagai profesi, yaitu:
1. Panggilan hidup yang sepenuh waktu
2. Pengetahuan dan kecakapan/ keahlian
3. Kebakuan yang universal
4. Pengabdian
5. Kecakapan diagnostic dan kompetensi aplikatif
6. Otonomi
7. Kode etik
8. Klien.

Berdasarkan ketentuan diatas, standar kompetensi guru dipilah ke dalam tiga komponen yang saling mengait, yakni: (1) pengelolaan pembelajaran, (2) pengembangan profesi, dan (3) penguasaan akademik.

Ketiga komponen SKG tersebut, masing-masing terdiri atas beberapa kompetensi, kompetensi pertama terdiri atas empat kompetensi, komponen kedua memiliki satu kompetensi, dan komponen yang ketiga terdiri atas dua kompetensi. Dengan demikian, ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi dasar, yaitu:
1. Penyusunan rencana pembelajaran
2. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar
3. Penilaian prestasi belajar peserta didik
4. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar  peserta didik
5. Pengembangan profisi
6. Pemahaman wawasan kependidikan, dan
7. Penguasaan bahan kajian akademik (sesuai dengan pelajaran yang diajarkan).

Selain ketiga komponen yang secara keseluruhan meliputi tujuh kompetensi tersebut, ‘guru sebagai pribadi yang utuh harus juga memili sikap dan kepribadian yang positif’ (SKG, 2003: 9) yang senantiasa melekat pada setiap kompetensi yang harus dimiliki guru. 

Abdurrahman Mas’ud (2003: 194) menyebutkan tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, yaitu:
1. Menguasai materi atau bahan ajar,
2. Antusiasme, dan
3. Penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik.

Terkait dengan penguasaan materi dan bahan ajar, guru yang piawai juga dituntut dapat menggunakan strategi dan metode mengajar yang tepat, dan melaksanakan penilaian hasil belajar yang terus menerus dan jujur. Ketiga kemampuan ini dikenal dengan penguasaan MMP ( Materi, Metode, dan Penilaian). Selain penguasaan terhadap materi dan bahan ajar, guru juga dituntut memiliki semangat dan ‘senang mengajar’. Kemampuan dalam penguasaan materi, metode, dan penilaian pendidikan akan menjadi kurang bermakna jika tidak disertai dengan adanya antusiasi yang tinggi, serta menyayangi anak didiknya. Kemampuan dan kemauan guru dalam melaksanakan tugas proforsionalnya akan menjadi syarat utama bagi terbentuknya fropil guru yang efektif. Kedua kompetensi tersebut akan tampak kepada sikap yang penuh kasih sayang kepada muridnya, dan setia kepada profisinya. 

Menurt PP 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pada Bab VI pasal 28 ayat 3 menyebutkan bahwa kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah srta pendidikan dasar  anak usia dini meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. 

a. Kompetensi pedagogik

Adalah merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis
Berdasarkan UU RI No. 14 tentang guru dan dosen kompetensi pedagogik guru meliputi:
1) Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan ;
2) Pemahaman terhadap peserta didik
3) Pengembangan kurikulum/silabus
4) Perancangan kurikulum
5) Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
6) Pemanfaatan teknologi pembelajaran
7) Evaluasi hasil belajar
8) Pengemgnagn peserta didik untuk mengktualisaikan berbagai potensi yang dimilikinya.

b. Kompetensi kepribadian
Kompetensi kepribadian guru adalah kemampuan guru untuk memiliki sikap yang mantap  , yakni ia memiliki kepribadian yang patut diteladani. 
Sukmadinata merinci kompetensi kepribadian ini menjadi tiga cakupan ,yakni,
  • Panampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan
  • Pemahaman, penghayatan, dan penmpilan nilai-nilai yang seyogyanya dimiliki guru (Sukmadinata, p. 192)
  • Panampilan sebagai upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi siswanya.(Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum; Teori dan Praktek, Bandung; Remaja Rosda Karya, 2000,p. 192).
Berdasarkan UU No 14 tentang guru dan dosen tahun 2005, kompetensi kepribadian yang dimaksud adalah kepribadian yang haru di miliki guru yang mencakup kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan bijaksana, jujur, brwibawa, berakhlak mulia, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

c.    Kompetensi profesional
Kompetensi profesional adalah kemampuan dalam penguasaan akademik yang diajarkan sekaligus kemampuan mengajarkannya. ( Piet Sahertian dan ida Aleida Sahertian.p.7)
Sedangkan sumber lain mengartikan kompetensi profesional adalah pengetahuan yang luas dan dalam tentang bidang studi yang akan diajarkannya serta penguasaan metodologis. ( Suharsimi Arikunto,,)

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapakan 10 kompetensi guru, kesepuluh kompetensi tersebut adalah:
a) Menguasai bahan meliputi:
b) Menguasai bidang studi dan kurikulum sekolah
c) Menguasai bahan pengayaan/ penunjang bidang studi
d) Mengelola program belajar mengajar, meliputi  
a) Merumuskan tujuan intruksional
b) Mengenal dan dapat prosedur intruksional yang tepat
c) Melaksankan program belajar mengajar
d) Mengenal kemampuan  anak didik
e) Mengelola kelas, meliputi
a) Mengatur tata ruang kelas untuk pelajaran
b) Menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi
f) Penggunaan media atau sumber, meliputi;
    (a) Mengenal, memilih, dan menggunakan media
    (b) Membuat alat bantu pengajaran yang sederhana
    (c) Menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar
    (d) Menggunakan micro teaching untuk program pengenalan lapangan. 
    (g) Menguasai landasan –landasan kependidikan
    (h) Mengelola interaksi belajar mengajar
    (i) Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran
    (j) Mengenal fungsi layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah meliputi
  • Mengenal fungsi dan layanan program bimbingan dan penyuluhan
  • Menyelenggarakan layanan bimbingan dan penyuluhan
  • Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah
   (k) Memahami prinsip-prinsip dan menapsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. (Suryobroto.p 4-5).

d.    Kompetensi sosial

Kompetensi sosial adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan para guru, kepala sekolah, pegawai tata usaha, anggota masyarakat dilingkungannya( Suharsimia, Arikunto p. 241). Sedangakan UU guru dan dosen yang dijabarkan melalui rancangan peraturan pemerintah bahwa kompetensi yang sekurang-kurangnya meliputi sebagai berikut:
  • Berkomunikasi lisan, tulisan, dan atau isyarat
  • Menggunakan tehnologi komunikasi dan informasi secara fungsional
  • Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pemimpin satuan pendidikan, dan orang tua atau wali peserta didik.

Pengertian Kualifikasi, Sertifikasi Dan Kompetensi Profesional Guru

Kualifikasi merupakan merupakan suatu penyaringan atau penyisihan. Dalam profesi keguruan kualifikasi merupakan penyaringan atau penyisihan terhadap guru-guru sehingga mereka yang dianggap kompeten yang dibolehkan bekerja memberikan layanan ahli sebagai profesi  guru. 

Sertifikasi merupakan pengakuan suatu organisasi dalam profesi. Adanya mekanime untuk memberikan pengakuan resmi kepada lulusan program pendidikan pra-jabatan yang memiliki kemampuan yang minimal yang di syaratkan.  Adanya sertifikasi  agar setiap guru yang menjalankan profesinya benar-benar merupakn guru yang kompeten.

Syeh (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Majid(2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setip guru akan menujukan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan mewujudakn dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan professional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru.

Kompetensi Profesional menurut undang-undang no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, kompetensi professional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”.  Surya (2003;138) mengmukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional.  Organisasi keguruan sering akli merumuskan kompetensi profesional para guru yang  menjadi anggota organisasi tersebut adalah sebagai berikut:
  • Guru mempunyai ijazah dengan latar belakang pendidikan keguruan.
  • Guru menghormati kode etik yang dirumuskan oleh organisasi tersebut
  • Guru mau memperlihatkan kemauan untuk maju dan tidak berhenti belajar
  • Guru berperilaku bersih dan tidak terlibat hal-hal yang tercela
  • Guru memeliki integritas keilmuan, moral, dan spiritual.

Jumat, 08 Januari 2016

Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
Istilah pertumbuhan bisa saja diartikan berbeda oleh satu orang dengan orang lain, daerah yang dengan daerah lain, negara satu dengan negara lain. secara tradisional pertumbuhan memiliki peningkatan terus menerus pada Gross Domestic Product atau Produk Domestik Bruto suatu negara. Untuk daerah, makna pertumbuhan yang tradisional difokuskan pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto suatu provinsi, kabupaten atau kota.

Pendapat mengenai definisi pertumbuhan ekonomi menurut para ahli adalah sebagai berikut :
menurut pandangan para ekonom klasik (Adam Smith, David Ricardo, Thomas Robert Malthus dan John Stuart Mill), maupun para ekonom neoklasik (Robert sollow dan Trevor Swan), pada dasarnya ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu:
  • jumlah penduduk
  • jumlah stok barang modal
  • luas tanah dan kekayaan alam, dan
  • tingkat teknologi yang digunakan.
Suatu perekonomian dikatakan mengalami perumbuhan atau perkembangan apabila tingkat kegiatan ekonominya lebih tinggi daripada apa yang dicapai pada masa sebelumnya.

Prof. Simon Kunzet, mendefisikan pertumbuhan ekonomi sebagai kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonmi kepada penduduknya, kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologinya dan penyesuaian kelembagaan dan ideologis yang diperlukan.

M. P Todaro mendefinisikan pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses yang mantap dimana kapasitas produksi dari suatu perekonomian meningkat sepanjang waktu untuk menghasilkan tingkat pendapatan nasional yang semakin besar.

Menurut Bodiono, pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses pertumbuhan output perkapita jangka panjang yang terjadi apabila ada kecenderungan (output perkapita untuk naik) yang bersumber dari prosesintern perekonomian tersebut, bukan berasal dari luar dan bersifat sementara. atau dengan kata lain bersifat self generating, yang berarti bahwa proses pertumbuhan itu sendiri menghasilkan suatu kekuatan atau mumentum bagi kelanjutan pertumbuhan tersebut dalam periode-periode selanjutnya.

Sadono Sukirno berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun. Sehingga untuk mengetahuinya harus diadakan perbandingan pendapatan nasional dari tahun ke tahun, yang dikenal dengan laju pertumbuhan ekonomi.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Munurut Para Ahli
Secara umum Teori pertumbuhan ekonomi menurut para ahli dapat dibagi menjadi 2, yaitu: Teori pertumbuhan ekonomi historis dan teori pertumbuhan ekonomi klasik dan neoklasik.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
Frederich list (1789-1846)
Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut Frederich Listber adalah tingkat-tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen Theorien (teori tangga).

Adapun tahapan-tahapan pertumbuhan ekonomi dibagi 4 sebagai berikut:
  • Masa berburu dan mengembara. Pada masa ini manusia sebelum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat menggantungkan diri pada pemberian alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri.
  • Masa beternak dan bertanam. Pada masa ini manusia sudah mulai berfikir untuk hidup menetap. Sehingga mereka bermata pencaharian bertanam.
  • Masa bertani dan kerejinan. Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam, kerajinan hanya usaha sampingan.
  • Masa kerajinan, industri, dan perdagangan. Pada masa ini kerajinan bukan sebagai usaha sampingan, melainkan sebagai kebutuhan untuk dijual ke pasar, sehingga industri berkembang dari industri kerajinan menjadi industri besar.
Karu Bucher (1847-1930)
Tahap Perekonomian menurut Karu Bucher dapat dibagi menjadi 4
  • Rumah tangga tertutup
  • Rumah tangga kota
  • Rumah tangga bangsa
  • Rumah tangga dunia
Werner Sombart (1863-1947)
  • Prekapitalisme (Varkapitalisme)
  • Zaman kapitalis madya (buruh kapitalisme)
  • Zaman kapitalai raya (Hachkapitalismus)
  • Zaman kapitalis akhir (Spetkapitalismus)
Walt Whitmen Rosfow (1916-1979)
  • Masyarakat tradisional (Teh Traditional Society)
  • Persyaratan untuk lepas landas (Precondition For Take Off)
  • Lepas landas cake off
  • Perekonoian yang matang/dewasa (Matary Of Economic)
  • Masa perekonomian tingkat tinggi (Hish Mass Consumption)
Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik dan Neoklasik
Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Teori pertumbuhan menurut Adam Smith
“An Inquiry into the nature and causes of the wealth of the nation”, teorinya yang dibuat dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan gaib) Pertumbuhan Ekonomi ditandai oleh dua faktor yang saling berkaitan:
  • Pertumbuhan penduduk
  • Pertumbuhan output total
Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen berikut ini:
  • sumber-sumber alam
  • tenaga kerja (pertumbuhan penduduk)
  • jumlah persediaan
David Ricardo dan T.R Malthus
Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah.

Pendapat Ricardo ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa makanan (hasil produksi) akan bertambah menurut deret hitung (satu, dua, dan seterusnya). Sedangkan penduduk akan bertambah menurut deret ukur (satu, dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya) sehingga pada saat perekonomian akan berada pada taraf subisten atau kemandegan.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik
Robert Sollow

Robert Sollow lahir pada tahun 1950 di Brookyn, ia seorang peraih nobel di bidang ilmu ekonomi pada tahun 1987. Robert Sollow menekankan perhatiannya pada pertumbuhan output yang akan terjadi atas hasil kerja dua faktor infut utama. Yaitu modal dan tenaga kerja.

Harrod dan Domar
RF. Harrod dan Eysey Domar (1947) pertumbuhan ekonomi menurut Harrod dan Domar akan terjadi apabila ada peningkatan produktivitas modal (MEC) dan produktivitas tenaga kerja.

Joshep Schumpeter
Menurut J. Schumpeter, pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh adanya proses inovasi-inovasi (penemuan-penemuan baru dibidang teknologi produksi) yang dilakukan oleh para pengusaha. Tanpa adanya inovasi, tidak ada perumbuhan ekonomi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam setiap masyarakat adalah:
Akumulasi Modal
Akumulasi Modal, termasuk semua investasi baru yang berwujud tanah (lahan), peralatan fisikal dan sumber daya manusia (human resources). Akumulasi modal akan terjadi jika ada proporsi dan kemudian dari pendapatan sekarang yang ditabung dan kemudian diinvestasikan untuk memperbesar output pada masa yang akan datang. Pabrik-pabrik, mesin-mesin, peralatan-peralatan dan barang-barang baru akan meningkatkan stok modal (capital stock) fisikal dari suatu negara (yaitu jumlah riil bersih dari semua barang-barang modal produktif secara fisikal) yang memungkinkan untuk mencapai tingkat output yang lebih besar.

Investasi-investasi produktif secara langsung ini ditambah dengan investasi-investasi infrastruktur sosial dan ekonomi yaitu jalan raya, listrik, air, sanitasi, komunikasi untuk mempermudah dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan ekonomi. Ada lagi cara untuk menginvestasikan sumberdaya negara yaitu dengan cara tidak langsung. Instalasi fasilitas-fasilitas irigasi bisa memperbaiki kualitas lahan pertanian dengan peningkatan produktivitas per hektar.

Sama halnya dengan investasi tak langsung, investasi dalam sumber daya manusia (human invesment) bisa memperbaiki kualitasnya dan juga mempunyai pengaruh yang sama atau bahkan lebih besar terhadap produksi, karena bertambahnya jumlah sumber daya manusia.

Pertumbuhan Populasi
Pertumbuhan populasi dan hal-hal yang berhubungan dengan kenaikan angkatan kerja (labor force) secara tradisional telah dianggap sebagai faktor yang positif dalam merangsang pertumbuhan ekonomi.

Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi merupakan faktor yang paling penting bagi pertumbuhan ekonomi menurut para ekonom. Kemajuan teknologi disebabkan oleh cara-cara baru dan cara-cara yang diperbaiki dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan tradisonal, seperti cara menanam padi, membuat pakaian atau membangun rumah. Ada 3 macam klasifikasi dari kemajuan teknologi, yaitu :

Netral
Kemajuan teknologi yang bersifat netral terjadi jika tingkat output yang dicapai lebih tinggi pada kuantitas dan kombinasi-kombinasi faktor input yang sama. Inovasi-inovasi yang timbul dari pembagian kerja (division of labour) bisa menghasilkan tingkat ouput total yang lebih tinggi dan semua orang.

Hemat Tenaga Kerja (Labour Saving) atau Hemat Modal (Capital  Saving)
Kemajuan teknologi bisa bersifat hemat tenaga kerja atau hemat modal, yaitu tingkat output yang lebih tinggi bisa dicapai dengan kuantitas tenaga kerja atau input modal yang sama. Penggunaan komputer, traktor dan alat-alat mekanisasi lainnya yang merupakan mesin-mesin dan peralatan modern bisa diklasifikasikan sebagai hemat tenga kerja.

Kemajuan teknologi yang bersifat hemat modal sangat jarang sekali terjadi, karena hampir semua penelitian ilmiah dan perkembangan teknologi yang dilakukan di negara maju adalah bertujuan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modal. Tetapi untuk negara-negara sedang berkembang, maka kemajuan teknologi yang bersifat hemat modal sangat dibutuhkan. Metode produksi yang lebih efisien (biaya produksi rendah) adalah metode produksi yang padat tenaga kerja (labour intensive). Salah satu contohnya industri rumah, seperti industri tempe, tahu, dsb.

Kemajuan Teknologi Perluasan Tenaga Kerja (Capital Augmenting) atau Perluasan Modal (Capital Augmenting)
Kemajuan teknologi yang bersifat perluasan tenaga kerja terjadi jika kualitas atau keahlian angkatan kerja ditingkatkan, misalnya penggunaan video, televisi dan media komunikasi elektronik lainnya dalam memberikan pelajaran di kelas. Sementara itu kemajuan teknologi perluasan modal terjadi jika penggunaan modal secara lebih produktif, misalnya penggantian bahan untuk membuat bajak dari kayu menjadi baja dalam produksi pertanian.

Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (2010-2014)
Sumber pertumbuhan ekonomi suatu negara atau suatu wilayah dapat dilihat atau diukur dari tiga pendekatan yaitu, pendekatan faktor produksi (Neo Klasik), pendekatan sektoral dan pendekatan pengeluaran yang meliputi konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan selisih ekspor dengan impor. Dalam pendekatan faktor produksi, sumber pertumbuhan ekonomi dilihat dari faktor-faktor produksi yaitu modal (capital), tenaga kerja (man power) dan kemajuan teknologi (technology progress). Selanjutnya, untuk melihat sumber pertumbuhan ekonomi dari pendekatan sektoral yaitu dilihat dari sektor-sektor ekonomi. Sektor ekonomi dalam hal ini dapat dibagi dalam 3 sektor saja yaitu sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor sekunder dan kontruksi serta sektor tersier (jasa-jasa).

Perekonomian Indonesia tahun 2014 tumbuh sebesar 5,02%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Informasi dan Komunikasi merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,02%, diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,81% dan Jasa Lainnya sebesar 8,92%.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014, Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,01%, diikuti oleh Perdagangan sebesar 0,66%.
Sruktur perekonomian Indonesia menurut lapangan usaha tahun 2014 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: Industri Pengolahan (21,02%), pertanian, Kehutanan dan Perikanan (13,38%) dan Perdagangan (13,38%).

Untuk memberikan gambaran tentang sumber-sumber pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maka perlu diketahui komposisi dalam PDB baik dari sisi produksi maupun penggunaan yang diketahui sektor mana yang memberikan kontribusi terbesar. Dari pengungkapan berbagai aspek ini akan dapat disimpulkan sumber-sumber yang menentukan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Struktur PDB menurut Sektor Produksi
PDB menurut produksi mencakup 9 sektor yaitu sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas dan air minum, bangunan, perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komonikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, serta jasa-jasa.
Sektor yang memberi kontribusi nilai tambah terbesar dalam PDB adalah sektor industri pengolahan yang porsinya cenderung meningkat hingga mencapai 21,02%, yang diikuti oleh sektor pertanian dan perdagangan sebesar 13,38%, sedangkan sektor yang kontribusinya terkecil adalah sektor pengadaan air  sebesar 0,07%.

Struktur PDB menurut Penggunaan
Komponen penggunaan dalam PDB mencakup konsumsi swasta (baik rumah tangga maupun perusahaan), belanja pemerintah, pembentukan modal tetap domestik, ekspor barang dan jasa, serta pengurangan impor barang dan jasa.

Sektor pengeluaran konsumsi swasta memegang peranan terbesar dalam pertumbuhan PDB yang porsinya mencapai 56,07% dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 5,14%. sedangkan pengeluaran konsumsi LNPRT menempati porsi terkecil hanya sebesar 1,18% dengan pertumbuhan cenderung naik. Ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun terakhir (2010-2014) lebih banyak didorong oleh pertumbuhan konsumsi swasta dari pada pembentukan modal domestik (investasi), sedangkan peran pemerintah (terutama yang bersifat stimulus) relatif sangat kecil.

Meningkatnya belanja konsumen (baik rumah tangga maupun perusahaan) biasanya akan diikuti oleh peningkatan permintaan akan produk-produk konsumsi, yang akhirnya akan meningkatkan tingkat produksi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Pada akhirnya, perusahaan-perusahaan tersebut harus meningkatkan investasinya guna memenuhi naiknya permintaan dari konsumen.

Mencermati pertumbuhan dan kontribusi belanja konsumsi yang lebih besar daripada pembentukan domestik diatas sulit dipercaya jika investasi yang terbentuk mampu memenuhi permintaan belanja konsumsi yang demikian besar. Sehingga perlu untuk mengungkap lebih jauh perkembangan investasi di Indonesia dalam lima tahun terakhir dan bagaimana aliran neraca pembayaran Indonesia untuk memperlihatkan apakah lebih banyak didorong oleh kekuatan intern perekonomian atau apakah lebih banyak dorongan dari luar negeri.

Struktur Investasi Berdasarkan Sektoral
Perkembangan investasi di Indonesia dapat dilihat dari sumber pembiayaannya, apakah bersumber dari dana dalam negeri (umumnya berasal dari kredit investasi perbankan dan penerbitan surat-surat berharga) atau bersumber dari luar negeri (foreign direct investment).

Sruktur Impor dan Ekspor
Perdagangan internasional merupakan engine of economic growth karena memberikan manfaat yang besar berupa nilai tambah dari keuntungan komparatif perdagangan internasional.
Nilai ekspor Desember 2014 sebesar naik 7,38% jika dibandingkan ekspor November 2014 dan turun 13,83% dibanding ekspor desember 2013. sedangkan nilai impor Desember 2014 naik 2,80% dibanding impor November 2014 dan turun 6,61% jika dibanding impor Desember 2013.

Berpikir Kreatif Untuk Mengembangkan Bisnis Rumahan

Berpikir Kreatif, Berpikir Unik
Setiap orang yang hendak berbisnis harus memiliki ide-ide kreatif untuk mengembangkan bisnisnya. Begitu pula apabila ingin merintis bisnis rumahan harus memiliki langkah-langkah kreatif untuk memajukan perusahaan agar perusahaan itu tidak “ jalan di tempat “. Peran kreativitas sangat penting dalam dunia bisnis. Jadilah orang kreatif di dalam segala bidang, mulai dari kreatif dalam mencari segmen pasar yang hendak dibidik, mencari celah-celah peluang yang bisa digarap, hingga mencari keunikan produksi barang atau jasa yang di tawarkan. Hitung dan kembangkan semuanya secara cerdas dan kreatif.

Salah satu cara mengembangkan kreativitas dalam mengelola bisnis rumahan adalah dengan memiliki kepekaan pada hal-hal yang bersifat sebab-akibat dilingkungan sekitar kita. Pelajarilah berbagai hal dalam kehidupan kita, bacalah kisah-kisah sukses pengusaha lain, dan teruslah bertanya pada mereka yang telah berpengalaman. Orang-orang yang sukses di dunia bisnis tidak pernah terlepas dari mencari tahu dan bertanya.

Seni Berbisnis (The Art Of Busines)
Seni berbisnis merupakan pengetahuan praktis yang wajib dipelajari jika ingin perusahaan lebih maju. Pemahaman seni berbisnis mensyaratkan upaya-upaya tak kenal lelah dengan proses yang tidak instan atau tidak langsung jadi. Segala sesuatunya harus diatur serapi mungkin, semusnya harus dipikirkan masak-masak dampaknya di lain waktu. Dan di atas itu semua, kita harus berani bertindak dan berani memulai. Singkirkan kata “tidak mungkin” dalam proses belajar. Pikirkan dengan matang lalu kerjakan apa-apa yang menjadi keputusan dengan sepenuh hati.

Betapa banyak yang menggeluti dunia bisnis, namun mereka tak memehami bagaimana seni berbisnis yang benar. Akibatnya, mereka akan gampang patah arang apabila mereka dihadapkan pada masalah-masalah yang pelik. Seni berbisnis pada dasarnya diawali dengan upaya untuk mencari celah-celah peluang yang bisa digarap menjadi usaha yang menguntungkan di mana pun dan kapan pun. Jangan pernah kebingungan jika suatu ketika kita harus  mencari upaya-upaya mengembangkan bisnis, cari dan kembangkan ide-ide sekecil apa pun. Lakukan beberapa kegiatan yang membuat hati dan pikiran senang. Pikirkan cara untuk membuat segala pekerjaan semakin menarik. Bayangkan segala sesuatu yang indah dan mampu meneyegarkan pikiran. Yakinlah bahwa petunjuk akan selalu dating dimana saja kita berada dan dalam keadaan apa pun.

Hindarilah perilaku malas berpikir kreatif. Meskipun bisnis rumahan yang digarap hanya merupakan usaha sampingan, sedikit pun jangan pernah menyepelekannya. Seorang yang memehami the art of bussiness  tidak akan menganggap pekerjaannya sebagai sesuatu yang membosankan. Ia menjadikan pekerjaan sampingan tersebut seperti kegiatan wisata yang menarik. Dengan demikian, ia akan mampu menghadapi segala permasalahan dan tantangan dengan sikap tenang namun tetap serius. Ciptakan dunia yang indah dalam pikiran maka dunia pun juga terlihat indah. Berkaitan dengan upaya-upaya mengembangkan kreativitas, ada beberapa hal kiat sederhana yang dapat dipraktikan berikut ini .

Duduk Merenung dengan Pikiran Tenang dan Santai
Gunakan waktu-waktu santai sebaik mungkin untuk mencari cara-cara memajukan bisnis. Bila sudah terbiasa melakukan perenungan dengan pikiran yang santai namun tetap awas, maka solusi atau inspirasi kadang akan muncul dengan sendirinya. Carilah, galilah, ambilah segala ide dan gagasan terpendam yang dapat bermanfaat untuk memajukan bisnis rumahan tersebut. Gunakan pikiran semaksimal mungkin untuk mengembangkan diri, keluarga, maupun bisnis.

Membawa Buku Catatan Kapanpun dan Dimanapun Anda Berada
Apabila suatu ketika muncul ide-ide kreatif dari pikiran, segera catat ide-ide tersebut dalam buku catatan. Ketika di dapur, ketika sedang tidur-tiduran di kamar, dll. Jangan sia-siakan inspirasi mendadak tersebut, segera catat agar tidak hilang sia-sia.

Dua contoh langkah praktis di atas dapat diterapkan dalam kehidupan bisnis. Laksanakan dengan seefektif mungkin langkah-langkah praktis tersebut hingga terbiasa dan akan merasakan buahnya yang manis.

Kekuatan Imajinasi
Terkadang, para pelanggan memilih barang atau jasa bukan karena mereka tertarik pada barang-barang yang dijual, tetapi lebih pada sistem yang dipakai dalam bisnis tersebut. Dalam hal ini, langkah dan maneuver bisnis yang indah akan menjadi magnet bagi para pelanggan, sempurnakan semua itu dengan sentuhan imajinasi.

Imajinasi itu bisa merupakan imajinasi yang dibayangkan sendiri, maupun imajinasi dalam novel fiksi. Sebagai wirausahawan rumahan yang smart, banyak-banyaklah membaca aneka ragam buku. Sedikit sekali ada pengusaha sukses yang gemar membaca buku-buku fiksi. Lebih banyak bisnismen yang hanya membaca buku-buku bisnis semata dan mengabaikan bahan-bahan hiburan lainnya sehingga sering terjadi ketidak seimbangan dalam kehidupan mereka.

Memposisikan Hati dan Semangat
Manusia kadang bertindak dan berperilaku sesuai suasana hatinya. Terkadang hati begitu bersemangat untuk terus bekerja tanpa lelah untuk menggapai impian. Dan terkadang, jiwa ingin bebas terlepas daris egalla tuntutan untuk mengejar cita-cita. Maka pandai-pandailah dalam menjaga hati. Jagalah agar suasana hati tetap fresh, tenang dan senantiasa bersemangat.

Kita berhak untuk berbangga hati, namun jangan sampai lepas kendali. Bersikaplah pertengahan, tidak terlalu ngoyo namun juga jangna malas. Berbisnis dengan mengetahui seni dalam berbisnis akan membuat lebih tenang, lebih dinamis dan tidak gampang menyerah atas godaan-godaan yang menghantui.

Bersemangat dalam Menjalani Bisnis
Kita akan menjadi orang yang sukses dalam menjalankan karier bisnis rumahan apabila kita terus menerus berjuang, tak pernah lelah, tak pernah jenuh, dan disertai keyakinan total bahwa kita pastiakan berhasil. Jangan pernah berpikir untuk mengganti usaha yang sedang kita tekuni saat ini belum dapat sesap manis madunya.

Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk memecahkan kebuntuan berpikir yang disarankan oleh Robert W. Olson (2002).

Pertama, Anda bisa bila Anda berpikir Anda bisa; Jadilah seorang wirausahawan yang memiliki tekad bulat dan keyakinan mantap bahwa seluruh kinerjanya akan mencapai kesuksesan.
Kedua, mintalah pendapat dari orang lain; Jangan pernag menolak bila ada orang yang mau memberikan masukan terkait usaha rumahan yang kita kembangkan. Bersikaplah terbuka pada semua gagasan dan pendapat yang masuk.

Ketiga, perluas cakrawala berpikir Anda; Orang-orang yang bergelut dalam usha rumahan tidak akan dapat mengembangkan usahanya bila mereka tidak mau berpikir kretaif. Anda akan menjadi orang yang mampu menghargai diri Anda sendiri bila Anda terus berpikir untuk menjadi orang yang maju. Orang-orang yang sukses dalam berbagai bidang kehidupannya adalah mereka yang dapat menggunakan potensi pikirannya dengan baik.

Keempat, tetaplah sibuk; Setelah Anda mencerap bberapa gagasan bagus dan memperluas cakrawala berpikir Anda, teruslah berkarya dengan semangat. Produktivitas dan kinerja Andalah yang akan menentukan sampai sejauh mana usaha rumahan Anda akan berkembang.

Kelima, jadilah pendengar yang baik; Latihlah diri Anda untuk menjadi seorang pendengar yang baik. Kalu pembicaraannya mengandung hal-hal yang bermanfaat bagi perusahaan rumahan Anda, cobalah simak dan serap dengan sebaik mungkin. Namun, bila tidak bermanfaat, tetaplah menyimak jangan mengabaikan sipembicara.

Mengikuti Pelatihan-pelatihan Bisnis
Untuk memperluas pengalaman, menambah wawasan dan memperbanyak relasi demi untuk mengembangkan bisnis, kita dapat mengikuti pelatihan-pelatihan-pelatihan bisnis.Kecerdasan bisnis kita akan terasah, inspirasi-inspirasi segar akan muncul, semangat dalam diri akan menyala-nyala. Kita akan mendapat siraman materi dan berbagai keterampilan bisnis baru dari tutor yang mungkin belum pernah kita dengar.

Mengelola Bisnis Di Rumah Secara Profesional
Mengelola bisnis, baik bisnis berskala besar maupun kecil-kecilan di rumah, hendaklah dilakukan secara serius dan professional agar usaha yang digarap dapat menghasilkan laba.

Manusia hidup di muka bumi ini diberkahi dengan tiga potensi besar yang wajib dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam kehidupannya. Pertama, akal pikiran. Dengan potensi pikiran inilah manusia bisa berpikir kreatif, mempertimbangkan segala hal untuk mencari yang terbaik.

Kedua, spritualis. Spritualis dalam konteks bisnis adalah bagaimana agar terus-menerus bersemangat dan tidak pernah lelah dalam memperjuangkan bisnis yang sudah digarap selama ini.

Ketiga, profesionalitas. Profesional adalah ketika kita mampu mengelola usaha rumahan dengan sebaik-bainya sehingga menjadi lebih maju daripada orang lain.

Apabila tiga potensi tersebut dapat dikelola dengan baik, kepribadian kita akan mengalami keseimbangan, emosi akan terkontrol, dan perilaku akan berpengaruh positif pada bisnis yang digarap.

Manajemen Modern
Untuk mencapai profesionalitas dalam merintis bisnis di rumah, kita harus memperbaiki manajemen usaha rumahan tersebut. Boleh saja menjalankan bisnis dengan cara-cara tradisonal namun dalam pengelolaannya menggunakan manajemen modern. Membidik peluang-peluang pasar dengan tepat, bekerja dengan jujur, dan mampu mengatur strategi pemasaran dan promosi dengan baik merupakan wujud profesionalisme wirausahawan yang smart.

Kiat-kiat manajemen cerdas :
Kepuasan Pelanggan
Sediakan produk-produk berkualitas sehingga pelanggan puas. Setiap pelanggan yang pintar akan lebih memilih barang-barang yang kualitasnya bagus walau sedikit lebih mahal. Bidiklah segmen pembeli cerdas ini karena mereka termasuk pembeli tetap. Terlebih bila kita dapat menyuguhkan produk-produk yang tidak terlalu mahal tetapi tetap berkualitas, maka dijamin para pelanggan akan sangat “fanatik” dengan produk kita. Aktiva perusahan memiliki nilai kecil tanpa adanya pelanggan. Oleh karena itu, tugas utama perusahaan adalah menarik dan mempertahankan pelanggan, pelanggan ditarik melalui tawaran-tawaran yang unggul dibandingkan pesaing dan dipertahankan melalui kepuasan.

Pelayanan yang Unggul
Berikan pelayanan yang baik kepada semua pelanggan agar mereka membeli lagi. Usahakan selalu tersenyum di hadapan pelanggan, jangan tampakkan wajah merengut, dan wajah kusut.

Keterbukaan
Para pelanggan lebih suka berurusan dengan pedagang yang bersikap terbuka, jujur, dan apa adanya. Barang yang ia jual sudah ketahuan baik buruknya. Keterbukaan memang salah satu prinsip yang sangat penting dalam berbisnis.

Persaingan yang Sehat
Bila memiliki saingan dalam bisnis rumahan yang kita kelola, kita harus bersikap sportif dengan menjalankan usaha secara sehat. Bersikaplah aris dalam menghadapi segala persaingan bisnis, hindari intrik, dan utamakan taktik.

Pentingnya Kepercayaan
Dalam jenis usaha apapun, setiap orang berusaha untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan mitra kerja dan pelanggan. Hubungan baik ini terjadi jika ada kepercayaan dan iktikad baik dari semua pihak yang terkait dalam transaksi. Kepercayaan pada (dan dari) semua pihak sangat menetukan keberlangsungan suatu usaha.

Menjaga kepercayaan orang lain juga menjadi hal yang turut membentuk seseorang yang pada mulanya kurang profesional menjadi seorang professional. Untuk meraih kepercayaan orang lain, jalinlah silaturahmi dan gemar berdiskusi.

Harga, Desain Produk, dan Branding
Dapat disebut professional bila dapat menetapkan harga yang pantas, tidak terlalu mahal dan sesuai kualitas, dan jangan menjual terlalu murah agar pelanggan tidak memandang sebelah mata produk tersebut.

Produk juga harus memiliki desain yang bagus dan unik agar para pelanggan merasa tertarik untuk membelinya.

Branding dapat diartikan sebagai upaya-upaya untuk memunculkan karisma, kekuatan emosional dan “kelebihan” dari suatu produk atau perusahaan secara intens sehingga citra dan image dari produk atau perusahaan tersebut melekat sedemikian rupa dalam benak dan pandangan masyarakat luas. Upaya-upaya tersebut diantaranya dengan memperbaiki sistem manajemen usaha, mengemas produk dengan kemasan menarik, menjaga hubungan dengan mitra maupun konsumen, serta terus berupaya untuk memberikan produk dengan kualitas terbaik.

Karyawan yang Kompeten
Untuk menciptakan produk-produk unggulan, dibutuhkan karyawan yang berkualitas, loyal, dan jujur. Sumber daya manusia yang berkualitaas merupakan penggerak utama perusahaan. Bila suatu usaha dijalankan oleh pimpinan dan karyawan yang berkualitas, maka perusahaan tersebut akan mampu berkembang dan mampu menjalankan bisnisnya secara efektif dan efisien. SDM yang berkualitas belum cukup apabila ingin perusahaan kita mampu bertahan jangka panjang. Loyalitas pegawai terhadap perusahaan menjadi salah satu syarat yang paling utama dalam hal ini. Keberhasilan uatu organisasi baik besar maupun kecil bukan ditentukan oleh SDM yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas SDM yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan.

Bila karyawan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan perusahaan, maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Tanpa adanya ketertarikan emosional antara pegawai dan perusahaan, pegawai hanya bekerja sekedar untuk menjalankan kewajibannya. Mereka hanya akan bekerja untuk mencari gaji bulanan, dan setelah itu, habis perkara.

SDM yang berkualitas juga belum tentu memberikan kontribusi terbaik kepada perusahaan bila mereka tidak merasa turut “memiliki” perusahaan. Terlebih ketika perusahaan mengabaikan hak-hak para pegawainya. Pegawai yang merasa bahwa gajinya kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya akan mencari pekerjaan sampingan di luar yang akan menyita waktu istirahatnya sehingga tidak akan dapat memberikan kemampuannya secara maksimal pada perusahaan. Untuk menghindari hal ini, kita harus memberikan perhatian lebih kepada para pegawai dengan “memanusiakan” mereka.

Jadilah bos yang baik, yang disayangi sekaligus dihormati oleh karyawan, yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu oleh para karyawan. Jadilah sosok bos yang sekaligus mitra kerja bagi mereka. Kurangi mengerutkan kening (bermuka masam) dihadapan para karyawan agar mereka selalu senang bersama Anda.

Nabi Muhammad SAW sebagai Pengusaha
Sebagai seorang muslim yang baik, kita harus mencontoh junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang entrepreneur sejati, pengusaha yang patut dicontoh, dan motivator yang luar biasa dahsyat. Beliau sangan profesional dalam menjalankan amanah bisnis yang diberikn kepadanya. Ternyata beliau telah menerapkan kiat-kiat bisnis modern walau dalam tingkatan sederhana.

Jauh sebelum para ahli teori bisnis modern seperti Frederick W. Taylor dan Henry Fayol mengangkat prinsip manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu pada abad ke-19 M, Rasulullah SAW ternyata telah mengimplementasikan nilai-nilai manajemen modern dalam kehidupan bisnisnya sejak abad ke-6 M.
Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Aflazul Rahman (1997:145) dalam bukunya Muhammad: A Trader, Rasulullah SAW adalah pebisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Beliau tidak pernah membuat para pelanggannya mengeluh. Dia senantiasa memenuhi janjinya dan menyerahkan barang-barang tepat pada waktunya. Muhammad SAW senantiasa menunjukan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dalam berbisnis. Dengan kata lain beliau melaksanakan prinsip-prinsip manajemen bisnis modern yaitu kepuasan pelanggan, pelayanan yang unggul, efesiensi, keterbukaan, serta persaingan yang sehat dan kompetitif.

Tirulah semangat berbisnis Rasulullah SAW, maka insya Allah, kita akan dapat mengelola bisnis rumahan dengan hati yang ikhlas, perasaan nan tenang, dan pikiran yang jernih. Tirulah professional terhebat di sepanjang masa, Nabi Muhammad saw.

Dengan profesionalitas, kita akan bisabersikap lebih arif dalam mengatasi semua persoalan yang menghadang, termasuk mengatasi saingan dengan cara yang professional. Sebisa mungkin jadikan semua orang di sekitar kita menjadi partner dalam berbisnis. Hargai setiap orang yang kita temui, dan pererat tali silaturrahmi dengan teman lama. Merekalah yang kemungkinan besar akan menjadi konsumen kita.

Menyikapi Kegagalan
Wirausahawan yang smart tidak pernah kalah oleh kegagalan. Bersikap bijak dalam menghadapi kegagalan bisnis rumahan sagatlah penting karena pengaruhnya sagat besar pada kondisi fisik maupun psikis, selain pada finansial tentunya. Jangan menganggap kegagalan usaha sebagai akhir dari proses.

Kegagalan membutuhkan pikiran tenang dan tindakan nyata untuk dapat mengatasinya dengan baik. Hadapi situasi-situasi yang mengancam dengan berani. Berbuatlah sekuat kemampuan untuk mengubah kegagalan tersebut menjadi sarana pengembangan diri agar menjadi orang yang professional kedepannya.


(Sumber: Makalah Ekonomi Kreatif, oleh Iis dan Juwita, IAIN Antasari Banjarmasin, 2012)