Selasa, 15 Maret 2016

Aqidah Islamiyyah

Perubahan harus dikawal dengan aqidah Islamiyyah. Aqidah islamiyyah memberi keuntungan yang luar biasa bagi individu yang mencita-citakan perubahan, seperti yang telah dijelaskan pada tulisan bagian terdahulu. Namun bukan itu saja. Aqidah islamiyyah juga punya peran besar dalam menciptakan ketenteraman dan keharmonisan kehidupan sebuah masyarakat.

“Keimanan kepada Allah, Rasul-Nya, dan hari akhir serta berserah diri kepada Allah dan patuh kepada agama-Nya telah meluruskan semua yang bengkok di dalam kehidupan dan mengembalikan setiap individu dalam masyarakat manusia kepada kedudukannya, tidak mengurangi dan tidak pula melebih-lebihkan martabatnya,” tulis Maududi. (Kerugian Dunia Akibat Kemorosotan Kaum Muslimin, hal.127, th. 88)

Aqidah Islam telah behasil menghadirkan tonggak-tonggak masyarakat sejahtera dan berkeadilan. Tonggak-tonggak itu adalah: (1) Kebebasan jiwa; (2) Persamaan kemanusiaan yang sempurna; (3) Aktifitas amar ma’ruf dan nahi munkar; dan (4) Solidaritas sosial yang kuat. Tanpa keempat tonggak itu mustahil tercipta kedamaian, ketenteraman, dan kesejahateraan pada sebuah mansyarakat. Secara konsepsional dan empiris, keempat tonggak itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, kebebasan jiwa. Tidak akan terjalin interaksi harmonis antar anggota masyarakat tanpa kebebasan jiwa setiap anggota masyarakat tersebut. Dalam keadaan jiwa terikat, dihantui ketakutan, atau terbelenggu dengan perbudakan oleh sesama manusia, mustahil ada hubungan harmonis itu. Yang akan lahir adalah justeru perilaku-perilaku semu dan sikap-sikap terpaksa. Dalam keadaan demikian, kehidupan masyarakat hanya akan merupakan kumpulan keluhan dan daftar kesengsaraan. Yang kuat akan menjadi penguasa. Dan yang lemah akan menjadi budak pengabdi, tanpa punya pilihan. Dan adalah kondisi paling berbahaya dalam kehidupan jika antar manusia diciptakan hubungan tuhan-hamba.

Dan kemerdekaan jiwa itu hanya dilahirkan dari aqidah yang benar. Penanaman kebebasan jiwa dilakukan oleh Islam dengan menegaskan bahwa manusia harus terbebas dari peribadatan, pengabdian, kepatuhan dan loyalitas kepada selain Allah; bahwa tidak seorang pun yang memiliki kekuasaan menghidupkan dan mematikan selain Allah; bahwa sumber rezeki dan yang menentukan kepada siapa rezeki itu diberikan hanyalah Allah; serta, bahwa hanya Allah pula yang memberikan keselamatan dan bahaya (mudharat).

“Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". (Yunus: 31)

Sebagian Mufassirin memberi misal untuk ayat Ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan diantara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah.

Dengan demikian aqidah Islam adalah motivator dan orang beriman adalah pelopor perlawanan terhadap segala upaya mempertuhankan manusia oleh sesama manusia. Sebab hal itu bertentangan secara diametral dengan pembebasan jiwa manusia. “Maka itulah Allah Rabb kamu yang benar. Maka tiadalah setelah kebenaran itu selain kesesatan.” (Yunus: 32). Dan salah satu butir Piagam Madinah –sebuah kesepakatan antara kaum muslimin dengan penduduk Madinah– adalah “Janganlah sebagian kita menjadikan sebagian lain sebagai tuhan”. Ini sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an di surat Ali Imran ayat 64.

Katakanlah: “Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

Kedua, persamaan kemanusiaan yang sempurna. Di atas tonggak pertama itu dibangunlah tonggak berikutnya: persamaan kemanusian yang sempurna. “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian (terdiri) dari laki-laki dan wanita; dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal.” (Al-Hujurat: 15). Ayat ini menegaskan bahwa terhormat dan terhinanya manusia tidak dibedakan berdasarkan ras, suku, warna kulit, kebangsaan, kekayaan, jabatan, dan ukuran-ukuran picik lainnya.

Rasulullah saw., saat melakukan haji wada’ (pamungkas) menegaskan pula, “Sesungguhnya darah-darah kalian dan kehormatan kalian haram (untuk dilanggar) oleh kalian, kecuali dengan hak Islam. Tiada keutamaan bagi orang Arab atas non-Arab dan tidak keutamaan bagi non-Arab atas orang Arab; tidak ada keutamaan bagi orang berkulit putih atas kulit hitam dan tidak pula orang berkulit merah atas kulit putih, melainkan dengan taqwa. Kalian semua berasal dari Adam. Sedangkan Adam berasal dari tanah.”

Manakala penghargaan kepada seseorang diberikan berdasarkan prestasinya dalam kebaikan dan kebenaran dan bukan didasarkan pada asal-usul, ras atau sukunya, ini pertanda baik. Sebab hal itu akan melahirkan suasana yang kondusif bagi terwujudnya persaingan sehat antar warga masyarakat. Setiap orang, tanpa dibedakan oleh perbedaan-perbedaan yang bersifat taqdir –seperti warna kulit dan kebangsaan– mempunyai peluang yang sama besar untuk membaktikan segala potensi dan kemampuannya untuk mewujudkan keinginan-keinginannya. Sayyid Quthb menegaskan, “Islam bersih dari fanatisme suku dan ras; dan persamaan derajat yang diciptakannya sudah sampai pada tingkatan yang selama ini belum pernah dicapai oleh peradaban Barat, sampai detik ini sekalipun; sebuah peradaban yang memberi justifikasi kepada bangsa Amerika untuk memusnahkan bangsa Indian berkulit merah melalui penumpasan terencana, di depan mata dan telinga dunia internasional; yang memberi justifikasi kepada penguasa Afrika Selatan untuk menindas orang kulit hitam melalui undang-undang rasialis; dan memberi justifikasi pula kepada penguasa Rusia, China, dan India untuk menumpas kaum Muslimin di wilayah mereka.”

Ketiga, aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. Masyarakat yang dilandasi aqidah Islam akan sangat peduli tentang nasib lingkungannya. Karenanya, mereka selalu melakukan aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. Dengan demikian setiap anggota masyarakat secara otomatis menjadi pengontrol terhadap perjalanan kehidupan masyarakatnya dan pemerintahannya. “Dan orang-orang beriman itu, baik laki-laki maupun perempuan, sebagian mereka adalah penolong (pemimpin) bagi sebagian lain; mereka menyuruh melakukan yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (At-Taubah: 71)

Cukuplah menjadi alasan datangnya bencana dari Allah jika sebuah masyarakat telah tercerabut kepeduliannya terhadap perilaku anggota masyarakatnya; jika mereka lebih memilih selamat diri sendiri daripada melakukan koreksi terhadap apa yang terjadi di sekitarnya; jika mereka takut untuk mengatakan yang benar sebagai benar dan yang salah adalah salah. Dan bencana yang kini menimpa negeri tercinta ini pun tidak lepas dari adanya kelalaian untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar itu. Rasulullah saw. bersabda, “Demi Zat Yang diriku ada di tangan-Nya, perintahlah kepada yang ma’ruf dan cegahlah dari yang munkar, atau (jika tidak kamu lakukan), maka Allah akan mengirimkan kepada kalian siksa dari sisi-Nya, kemudian kalian memohon kepada-Nya dan tidak dikabulkan.” (Hadits Hasan riwayat At-Tirmidzi)

Keempat, solidaritas sosial yang kuat. Ajaran keimanan yang diterima oleh umat beriman menetapkan bahwa berbuat baik kepada sesama manusia adalah syarat kesempurnaan iman. Misalnya saja, di antara tuntutan iman itu: tidak mengolok-olok, tidak mencela, tidak memanggil orang lain dengan panggilan yang tidak menyenangkan, tidak buruk sangka, tidak memata-matai kesalahan orang lain, dan tidak menggibah (menggunjing). Lihat surat Al-Hujurat ayat 11-12.


(Maria Ulfah, 2011, Makalah Ilmu Kalam, IAIN Antasari Banjarmasin, KI-BKI)

Pengertian Aqidah Atau Keimanan

Pengertian keimanan atau akidah itu tersusun dari enam perkara yaitu:
1. Ma’rifat kepada Allah, ma’rifat dengan nama-nama-Nya yang mulia dan sifat-sifat-Nya yang tinggi. Juga ma’rifat dengan bukti-bukti wujud atau ada-Nya serta kenyataan sifat keagungan-Nya dalam alam semesta atau di dunia ini.

2. Ma’rifat dengan alam yang ada dibalik alam semesta ini, yakni alam yang tidak dapat dilihat. Demikian pula kebaikan-kebaikan yang terkandung di dalamnya yakni yang berbentuk malaikat, juga kekuatan-kekuatan jahat yang berbentuk iblis dan sekalian tentaranya dari golongan syaithan. Selain itu juga ma’rifat dengan apa yang ada di dalam alam yang lain lagi seperti jin dan ruh.

3. Ma’rifat dengan kitab-kitab Allah Ta’ala yang diturunkan oleh-Nya kepada para rasul. Kepentingsnnya ialah dijadikan sebagai batas untuk mengetahui antara yang hak dan batil, yang baik dan yang jelek, yang halal dan yang haram, juga antara yang bagus dan yang buruk.

4. Ma’rifat dengan nabi-nabi serta rasul-rasul Allah Ta’ala yang dipilih oleh-Nya untuk menjadi pembimbing seluruh makhluk guna menuju kepada yang hak.

5. Ma,rifat dengan hari akhir dan peristiwa-peristiwa yang terjadi disaat itu seperti kebangkitan dari kubur (hidup lagi sesudah mati), memperoleh balasan, pahala atau siksa, surge atau neraka.

6. Ma,rifat kepada takdir (qadha’ dan qadar) yang di atas landasannya itulah berjalannya peraturan segala yang ada di alam semesta ini, baik dalam penciptaan atau cara mengaturnya.

Inilah yang merupakan pengertian pokok dalam keimanan, yakni akidah yang untuk menyiarkannya itulah Allah Ta’ala menurunkan kitab-kitab suci-Nya, mengutus semua Rawsul-Nya dan dijadikan sebagai wasiat-Nya baik untuk golongan awwalin (orarng-orang dahulu) dan golongan akhirin (orang-orang belakangan).

Itulah akidah yang merupakan kesatuan yang tidak akan berubah-ubah karena pergantian zaman atau tempat tidak pula berganti-ganti karena perbedaan golongan atau masyarakat. 

Kata aqidah telah melalui tiga tahap perkembangan makna:
Tahap pertama, aqidah diartikan dengan:
1. Tekad yang bulat (al-‘Azm al-Muakkad)
2. Mengumpulkan (al-Jam’u)
3. Niat (an-Niyah)
4. Menguatkan perjanjian (at-Tauysiq Lil ‘Uqud)
5. Sesuatu yang diyakini dan dianut oleh manusia, baik itu benar atau batil. (Maa Yadiinu Bihi al-Insan Sawa’un Kaana Haqqan au Bathilan).

Tahap kedua, perbuatan hati. Di snilah aqidah mulai diartikan sebagai perbuatan hati sang hamba. Makna ini lebih sempit dari tahap sebelumnya. Dari sni kemudian aqidah didefinisikan sebagai “keimaan yang tidak mengandung kontra”. Makna ini dianggap sebnagai makna yang syar’i.
• Kata iman disini, berarti pembenaran.
• Kata “tidak mengandung kontra” berarti tidak ada sesuatu selain iman dalam hati sang hamba, tidak ada selain bahwa ia beriman kepada-Nya. Maka semua asumsi akan adanya kontra seperti keraguan, dugaan, waham, ketidaktahuan, kesalahan, kelupaan, tidak termasuk dalam batasan ini. Makna inilah yang secara aplikatif berlaku pada tiga zaman paling utama; sahabat, tabi’in, dan tabi’uttabi’in.
Tahap ketiga, di sini aqidah telah memasuki masa kematangan di mana ia telah terstruktur sebagai disiplin ilmu dengan ruang lingkup permasalahan tersendiri. Inilah tahap kemapanan di mana aqidah didefinisikan sebagai “ilmu tentang hukum-hukum syariat dalam bidang aqidah yang diambil dari dalil-dalil yaqiniah (mutlak) dan menolak subhat dan dalil-dalil khilafiyah yang cacat”.
Aqidah adalah masalah fundamental dalam Islam, ia menjadi titik tolak permulaan muslim. Sebaliknya, tegaknya aktivitas keislaman dalam hidup dan kehidupan seseorang itulah yang dapat menerangkan bahwa orang itu memiliki akidah atau menunjukan kualitas iman yang ia miliki. Masalahnya karena iman itu bersegi teoritis dan ideal yang hanya dapat diketahui dengan bukti lahiriah dalam hidup dan kehidupan sehari-hari.

Manusia hidup atas dasar kepercayaannya. Tinggi rendahnya nilai kepercayaan memberikan corak ikepada kehidupan. Atau dengan kata lain, tinggi rendahnya nilai kehidupan manusia tergantung kepada kepercayaan yang dimilikinya. Sebab itulah kehidupan pertama dalam Isalam dimulai dengan iman.

Ajaran tentang kepercayaan dalam Islam mudah dimengerti dan sesuai dengan segala tingakatan intelek manusia, dari kaum awam sampai ke tingkat kaun sarjana, dan dari kaum buta huruf sampai kepada guru besar. Begitulah watak doktrin Islam! Yang demikian menyebabkan Nabi Muhammad saw. Cepat memperoleh pengikut yang banyak, manusia pada meninggalkan kepercayaannya yang lama yang tidak rasionil, menggantinya dengan kepercayaan Islam yang rasionil, karena cocok dengan fitrahnya. Tidak mengherankan, kalau Nabi hanya cukup 23 tahun berjuang dalam hidupnya menyeru manusia, sehingga boleh dikatakan seluruh jazirah Arabiah ketika itu telah memeluk keyakinan Islam secara suka rela. 


(Maria Ulfah, 2011, Makalah Ilmu Kalam, IAIN Antasari Banjarmasin, KI-BKI)

Selasa, 23 Februari 2016

Kiat Meningkatkan Kesuburan Secara Alami

Anda sedang berupaya untuk hamil? Ada lebih banyak cara untuk hamil daripada sekadar berhubungan seks, jadi ketika Anda berencana untuk memiliki momongan pastikan Anda dalam kondisi yang sangat baik. Berikut ini beberapa rahasia meningkatkan kesuburan secara alami untuk membantu memperbesar kemungkinan Anda hamil.

Kurangi Konsumsi Kafein
Sebuah penelitian pada 2011, di British Journal of Pharmacology menemukan bahwa kafein (setara dua cangkir kopi) mengurangi kinerja otot di daerah tuba falopi, yang berfungsi mengangkat ovum dari ovari menuju rahim namun jika Anda merasa Anda tidak bisa memulai hari Anda tanpa secangkir kopi, pastikan Anda hanya mengonsumsi secangkir kopi dalam sehari. Dan ingatlah, bukan hanya kopi yang mengandung kafein, teh dan sejumlah minuman ringan juga mengandung kafein.

Jangan Terlalu Sering Berolahraga
Kita semua tahu olahraga baik untuk tubuh, namun sebuah penelitian yang diterbitkan pada Maret 2012 edisi Fertility and Sterility menemukan bahwa perempuan dengan BMI di bawah 25 (dianggap normal untuk wanita) dan melakukan olahraga berat selama lima jam atau lebih tiap pekan seperti berlari, berenang, dan aerobik memiliki kemungkinan untuk hamil 42 persen lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga sama sekali. Para peneliti meyakini hal ini dikarenakan olahraga yang terlalu berat membuat kelenjar pituitari (sebuah kelenjar yang menghasilkan hormon untuk mengatur fungsi tubuh dengan melepaskan hormon ke dalam aliran darah) Anda menganggap belum waktunya untuk menambah beban tubuh Anda dengan hamil dan menghentikan sinyal yang mendorong untuk terjadinya ovulasi.
 
Pastikan Anda Berolahraga Jika Anda Kelebihan Berat Badan
Penelitian yang sama menunjukkan olahraga yang intensif tidak memiliki dampak terhadap orang dengan kelebihan berat badan, dan malah itu memberikan meningkatkan kemungkinan untuk hamil karena obesitas dan kelebihan berat badan berhubungan dengan tingginya tingkat ketidaksuburan. Kelebihan berat badan berdampak pada kadar gula darah Anda, yang akan berakibat pada meningkatnya kadar hormon insulin di organ pankreas Anda. Hal ini menyebabkan produksi testosteron meningkat dari ovarium dan mengakibatkan menstruasi yang tidak teratur. Perempuan dianjurkan untuk melakukan olahraga ringan selama 30-60 menit per hari (berjalan, bersepeda, yoga) untuk memastikan kehamilan yang sehat.

Berhentilah Merokok
Merokok memiliki dampak yang besar terhadap kemampuan Anda untuk hamil, karena dapat mengurangi kesempatan Anda untuk hamil hingga 40 persen. Sebuah penelitian yang dilakukan Imperial Cancer Research Fund's General Practice Research Group, organisasi yang bermarkas di Oxford, Inggris menemukan bahwa rata-rata, perempuan perokok yang berusaha untuk hamil butuh waktu dua bulan lebih lama untuk hamil daripada perempuan yang tidak merokok. Namun, perempuan yang berhenti merokok setahun sebelum berencana untuk hamil memiliki kemungkinan untuk hamil yang sama besar dengan mereka yang tidak merokok. Jika berhenti merokok secara total tampak mustahil bagi Anda, Anda perlu mengurangi jumlah rokok yang Anda isap.

Lebih Sering Berhubungan Seks
Lebih sering melakukan hubungan seks merupakan suatu keharusan jika Anda ingin memiliki momongan. Banyak pasangan yang cemas akan kehamilan dan berpikir sulitnya memiliki momongan dikarenakan masalah kesuburan, padahal faktanya mereka jarang melakukan hubungan seks. Menurut NHS, sembilan dari 10 pasangan, menunjukkan perempuan di bawah usia 35 tahun akan memiliki kemungkinan untuk hamil setelah satu tahun berhubungan seks tanpa menggunakan pengaman dan berhubungan seks setiap 48 jam selama masa subur akan meningkatkan kemungkinan untuk hamil. "Hanya saja jangan paksakan untuk melakukan hubungan seks lebih sering karena hal itu akan meningkatkan tingkat stres Anda, tidak baik untuk mencapai kehamilan, dan kemungkinan bahkan menurunkan libido Anda", tutur ahli hubungan suami-istri Dr. Pam Spurr.

Cobalah Akupuntur
Akupuntur telah lama digunakan dalam kebudayaan Timur untuk menangani masalah kesuburan. Akupuntur didasarkan pada prinsip bahwa rasa sakit dan penyakit, merupakan dampak dari energi yang terhambat dan ditujukan untuk mengembalikan keseimbangan dan memicu respons penyembuhan alami oleh tubuh. Menurut sebuah penelitian University of Maryland yang melibatkan 1.366 perempuan, akupuntur meningkatkan kemungkinan untuk hamil hingga 65 persen bagi perempuan yang menjalani pembuahan menggunakan IVF. Akupuntur juga diyakini mampu mengatasi dampak ovarium polikistik, endometrosis, dan mengatur sirkulasi menstruasi.

Cobalah Obat Herbal
Meskipun tidak banyak penelitian mengenai hal ini, ada sejumlah penelitian yang menunjukkan ramuan herbal dapat meningkatkan kesuburan - khususnya herbal yang disebut chasteberry (yang diyakini mampu memperbaiki ovulasi dan ketidakseimbangan hormon). Dalam penelitian tersebut (diterbitkan dalam Journal of Reproductive Medicine), sepertiga dari 15 perempuan yang mengonsumsi ramuan herbal hamil setelah lima bulan, sementara tidak satu pun perempuan yang mengonsumsi placebo hamil. Hal yang perlu diingat: sejumlah ramuan herbal yang diyakini mampu meningkatkan kesuburan memiliki risiko terhadap janin Anda ketika Anda sudah hamil, jadi berkonsultasilah dengan dokter sebelum mencoba pengobatan herbal, khususnya jika Anda mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Jika Anda sedang mengonsumsi obat peningkat kesuburan dari dokter, disarankan untuk tidak mengonsumsi ramuan herbal secara bersamaan.

(Sumber: u.msn.com)

Hmmm..Tidur Tanpa Bantal Lebih Sehat?

Menggunakan bantal untuk menopang kepala saat tidur pasti terasa nyaman bagi banyak orang. Orang yang tidur dengan posisi bantal yang benar, kesehatan tulang belakang Anda juga terjaga. Namun, tahukah Anda ternyata jika tidur tanpa bantal jauh lebih sehat? Coba simak ulasan berikut.

Dilansir Bold Sky,  keuntungan tidur tanpa bantal di antaranya mencegah sakit leher.  Tidur tanpa bantal membantu sirkulasi darah di sekitar leher. Karena itu, rasa sakit maupun nyeri yang sering muncul saat tidur di bagian tubuh di sekitar leher bisa hilang.

Kemudian, tidur tanpa bantal juga bisa mengurangi keriput. Saat tidur di malam hari, Anda memiliki kecenderungan untuk membenamkan wajah ke bantal. Kebiasaan ini ternyata menjadi penyebab utama dari keriput.

Untuk mencegah keriput muncul pada wajah sebelum waktunya, tidurlah tanpa bantal. Dengan tidur tanpa bantal Anda cenderung mendapatkan tidur yang lebih santai, sehingga membuat tidur berkualitas.

Bagi Anda yang ingin mencoba tidur tanpa bantal, Anda disarankan untuk membiasakan diri terlebih dahulu. Tentu tak mudah pada awalnya karena ada perasaan yang tak nyaman. Gunakan handuk lipat sebagai ganti bantal pada pekan pertama.

Ke dua, kurangi terus jumlah lipatan di handuk tersebut hingga akhirnya sama rata dengan tinggi kasur. Terakhir, beradaptasi dengan peregangan leher dan punggung, sehingga saat perlahan rasa tidak nyaman menghilang denagn sendirinya dan manfaat kesehatan akan datang.

(Sumber: u.msn.com)

Rabu, 03 Februari 2016

Administrasi Farmasi

Pengertian Administrasi Farmasi
Dilihat dari asal katanya (etimologi), kata administrasi dalam bahasa Inggris Administration, berasal dari kata Administrare (bahasa Latin) yaitu suatu kata kerja yang berarti melayani, membantu, dan memenuhi. Sering pula diartikan “ad” yaitu intensitif dan ministrare yang berarti melayani. Jadi, administrasi berarti melayani secara intensif.
Harga Jual Dan Harga Beli
Harga jual merupakan jumlah tertentu yang dibayarkan oleh konsumen terhadap barang atau jasa yang diterima. Harga dapat didefinisikan sebagai jumlah uang yang ditagih untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai ditukarkan konsumen untuk manfaat memiliki  atau menggunakan barang atau jasa  yang diperlukan itu. Harga atau tariff adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan jumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Harga adalah nilai suatu barang dan jasa diukur dengan jumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau pengusaha bersedia melepaskan barang dan jasa yang dimiliki kepada pihak lain.

Harga Eceran Tertinggi (HET)
HET  adalah singkatan dari kata Harga Eceran Tertinggi. Istilah harga eceran tertinggi apabila disingkat menjadi HET. Akronim HET (harga eceran tertinggi) merupakan singkatan/akronim resmi dalam Bahasa Indonesia